PELAYANAN INSTALASI RAWAT INTENSIF (SPO PEMELIHARAAN / PEMANTAUAN PERALATAN MEDIS VENTILATOR)

Pemeliharaan adalah suatu kegiatan dengan mengikuti langkah-langkah yang diambil untuk mencegah kerusakan suatu peralatan, sesuai prosedur pemeliharaan yang ada.

Agar semua peralatan di rumah sakit selalu dalam keadaan siap pakai dan meminimalisir kerusakan.

Surat Keputusan Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru Nomor: A-155 tahun 2017 Tentang Pedoman Manajemen Peralatan Medis di RSD Idaman Kota Banjarbaru.

Langkah-Langkah Pemeliharaan Ventilator

Bersihkan body pesawat dengan alcohol dan sanpoli
Bersihkan filter ventilator pada bagian belakang pesawat
Pastikan kabel power dalam kondisi baik
Bersihkan motherboard dari debu
Cek flow transducer, pastikan dalam keadaan baik
Cek O2 cell dengan cek 21% pada suhu ruang dan kondisi maksimum 100%
Bersihkan holder membrance expirasi dari kotoran/jamur dengan alcohol
Cek semua fungsi mode(infant, pediatric, adult)
Uji fungsi alat

Bagi Pemakai/User:
Perhatikan kondensasi pada slang untuk mencegah uap air masuk ke pasien
Inlet O2 dan udara jangan disambungkan ke central sebelum alat dihidupkan untuk mencegah pemborosan
Perhatikan filter dan cartidge hanya untuk satu pasien(disposable) untuk mencegah kontaminasi.

Kalibrasi:
Setiap 1(satu) tahun sekali

Seluruh Unit/Bagian/Instalasi Terkait
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO PENGELOLAAN AIR BERSIH)
  1. Air bersih adalah air sehat yang dipergunakan untuk kegiatan manusia dan harus bebas dari kuman-kuman penyebab penyakit, bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat mencemari air bersih tersebut. Air merupakan zat yang mutlak bagi setiap mahluk hidup dan kebersihan air adalah syarat utama bagi terjaminnya kesehatan (Dwijosaputro, 1981).
  2. Menurut Peraturan Menteri Kesehata RI Nomor : 41 6/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat pengawasan kualitas air, air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat-syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.
  1. Menyediakan air bersih dengan jumlah yang cukup dengan kualitas yang memenuhi standar kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990
  2. Adanya jaminan ketersediaan air bersih di rumah sakit
  3. Terlaksananya pengawasan dan pemeriksaan kualitas air rumah sakit.

Surat Keputusan Direktur tentang Pengelolaan Air Bersih

  1. Air bersih di rumah sakit harus tersedia selama 24 jam
  2. Selalu mengadakan pengawasan terhadap sarana dan sumber air bersih
  3. Meminimalisir adanya kebocoran dan kerusakan sarana air bersih
  4. Semua pengguna air bersih bertanggung jawab dan mencegah kebocoran sarana air bersih
  5. Setiap kerusakan sarana air bersih di setiap unit harus segera dilaporkan ke Instalasi Pemeliharaan Sarana bagian sanitasi
  6. Pemeriksaan kualitas air bersih dilakukan setiap 6 bulan sekali
  7. IPSRS bertanggung jawab terhadap perbaikan sarana air bersih
1. Seluruh ruangan
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO KARAKTERISTIK LIMBAH B3 YANG DIBAKAR)

Definisi karakteristik limbah B3 yang dibakar adalah jenis penanganan limbah padat B3 (medis) yang dimulai sejak dari pewadahan/penyimpanan dan pengumpulan hingga pengolahan dan penimbunan/pemusnahan.

Agar pengolahan sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan sehingga tidak mencemari lingkungan yang dapat menjadi sumber penularan penyakit bagi petugas dan pasien serta dapat meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.

Surat Keputusan Direktur Tentang Penyimpanan dan pengumpulan limbah B3

Macam limbah padat B3 (medis) yang dibakar adalah :

  1. Limbah Infeksius
  2. Benda Tajam (Jarum, Botol)
  3. Limbah Farmasi
  4. Limbah elektronik termasuk lampu TL
  5. Oli bekas
  6. Botol transfusi darah
  1. Mengacu pada standar yang berlaku yaitu :  

    1. Wadah/kemasan/plastik yang digunakan diberi simbol, sesuai dengan tabel berikut ini:

    No.

    Lambang

     

    Arti

    Keterangan

    1

     

    Limbah infeksi jenis benda tajam, , dan jenis logam tajam, maupun non tajam

    Dipasang pada kemasan limbah B3 yang mengandung atau terinfeksi kuman penyakit

    2

     

    Limbah farmasi bersifat toksik

    Dipasnag pada kemasan limbah B3 yang bersifat meracuni, melukai atau membuat cacat sampai membunuh makhluk hidup baik jangka pendek atau jangka panjang

     

    3

     

    Limbah B3 cairan mudah meledak

    Dipasang pada kemasan limbah B3 cairan yang mudah meledak

    4

     

    Limbah B3 Korosi

    Dipasang pada kemasn limbah B3 yang dalam kondisi asam atau basa (pH 12.5) dapat menyebabkan terbakar pada kulit atau dapat mengkaratkan logam

    5

     

    Limbah B3 mudah meledak

    Dipasang pada kemasan limbah B3 yang mudah meledak

    6

     

    Limbah B3 Padatan mudah terbakar

    Dipasang pada kemasan limbah B3 padatan yang bersifat mudah terbakar secara spontan

    7

     

    Limbah B3 Reaktif

    Dipasang pada kemasan limbah B3 yang akan mengalami reaksi hebat jika bercampur dengan bahan yang lain

    1. Trolly pengangkutan memakai trolly khusus yang telah terdapat wadah limbah yang sesuai komposisi limbah padat dan tertutup.
    2. Limbah padat B3 yang berupa sisa produk farmasi yang meliputi obat-obatan kadaluarsa bila memungkinkan dikirim kembali ke agen penyedia.
    3. Penanggung jawab pembakaran limbah padat B3 (medis)
      1. Penanggung jawab pembakaran limbah padat B3 (medis) adalah Koordinator dan Operator incinerator
      2. Petugas pengangkut limbah padat B3 (medis) adalah petugas pengangkut sampah/limbah
      3. Petugas pembakaran limbah padat B3 (medis) adalah operator incenerator
    4. Alur pengelolaan limbah padat B3 (medis)
      1. Limbah padat B3 (medis) yang ada dimasing-masing ruangan diambil tiap hari pada pukul 09.00-10.00 oleh petugas.
      2. Trolly yang digunakan adalah trolly khusus untuk limbah padat B3 (medis).
      3. Trolly yang berisi limbah padat B3 (medis) diangkut langsung menuju TPS (tempat penyimpanan sementara) limbah medis dan dilakukan penimbangan
      4. Limbah padat B3 (medis) dibakar di incenerator oleh petugas
    5. Abu hasil pembakaran limbah padat B3 (medis) disimpan didalam drum dan ditutup rapat (di cor) sebelum dikirim ke pihak rekanan.
    6. Evaluasi
    Evaluasi dilakukan rutin harian dengan melihat laporan penimbangan sampah yang diangkut, kebersihan TPS, dan kepatuhan petugas menggunakan APD (alat pelindung diri).
1. Instalasi Rawat Inap Instalasi Gawat Darurat 3. ICU 4. Instalasi Rawat Jalan 5. Instalasi Penunjang 6. Ruang Bersalin 7. UTD
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO PENATALAKSANAAN PASKA PAJANAN LIMBAH TAJAM TERKONTAMINASI / CAIRAN TUBUH INFEKSIUS)

Penatalaksanaan Paska Pajanan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh karyawan setelah terpajan oleh benda tajam yang terkontaminasi cairan tubuh pasien infeksius maupun diduga infeksi  Human Immunodefisiensi (HIV), Hepatitis B Virus (HBV) dan Hepatitis C Virus (HCV) di RSD Idaman Kota Banjarbaru

 

Sumber Pajanan adalah pasien yang menjadi sumber bahan yang infeksius maupun diduga infeksi HIV, HBV, HCV di RSD Idaman Kota Banjarbaru

 

Terpajan adalah seseorang (karyawan, mahasiswa magang, dan pihak lainnya ) yang tanpa sengaja terpapar benda tajam yang terkontaminasi cairan tubuh pasien infeksius maupun diduga infeksi HIV, HBV, dan HCV di RSD Idaman Kota Banjarbaru

  1. Tersedianya acuan penerapan langkah-langkah penatalaksanaan paska pajanan limbah tajam terkontaminasi/cairan tubuh infeksius
  2. Terpantaunya kasus paska pajanan limbah tajam terkontaminasi/ cairan tubuh infeksius

Surat Keputusan Direktur Tentang Pengelolaan Sampah/Limbah Rumah Sakit

  1.  Berikan tindakan pertama paska pajanan benda tajam yang terkontaminasi cairan tubuh pasien infeksius kepada yang terpajan :

    a.       Bila cairan tubuh terkena mata : bilas dengan air mengalir menggunakan eye wash selama 15 menit

    b.      Bila cairan tubuh terkena kulit yang intak : bilas dengan air mengalir selama satu menit

    c.  Bila cairan tubuh terkena mulut : segera kumur-kumur selama satu menit lalu dibuang

    d.      Bila tertusuk jarum : segera bilas dengan air mengalir selama 5 menit, tidak dianjurkan menekan darah yang tertusuk jarum.
  2. Lapor kepada atasan oleh seseorang yang terpajan
  3. Tetapkan status kesehatan sumber pajanan dilakukan dengan cara lapor kepada Dokter Penanggung Jawab Pasien terinfeksi/dicurigai infeksi HIV, HBV, HCV

    a.       Bila sumber pajanan penderita HBV, HCV, dicurigai HBV, HCV maka terpajan diperiksa anti HBV atau HCV serta diberikan konseling oleh dokter.

    b.      Bila sumber pajanan penderita HIV/dicurigai HIV, maka terpajan diperiksa anti HIV serta diberikan treatment klinik sesuai peraturan yang telah ditentukan dan diberikan konseling pada terpajan.

    c.       Bila sumber pajanan bukan penderita HIV, HBV, HCV/tidak dicurigai HIV, HBV, HCV maka terpajan tidak perlu diberikan treatment klinik dan konseling.
  4. Pengisian formulir paska pajanan oleh terpajan, kemudian diserahkan ke Komite K3 dalam waktu maksimal 3X24 jam.

     
1. Instalasi Gawat Darurat 2. Unit Rawat Jalan/Poliklinik 3. Unit Rawat Inap 4. Intensive Care Unit 5. Unit Radiologi 6. Instalasi Bedah Sentral 7. UTD 8. Laboratorium 9. PPI 10. Tim K3 11. Komite Keperawatan 12. Bidang Pelayanan Keperawatan 13. Bidang Pelayanan Medik
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO PENGANGKUTAN ABU INSINERATOR)

Pengangkutan abu insinerator adalah suatu kegiatan pengumpulan dan fixer abu insinerator ke pihak ketiga.

Terciptanya kondisi lingkungan Rumah Sakit yang bersih dan sehat

Kebijakan Direktur tentang Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru Nomor A-158 Tahun 2017

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  2. Pakai APD : sepatu boot, apron, masker dan sarung tangan rumah tangga
  3. Buka pintu ruang insinerator
  4. Buka pintu ruang bakar dengan posisi berada tepat dibelakang pintu supaya uap yang keluar dari dalam ruang bakar, tidak langsung mengenai petugas
  5. Masukkan abu kedalam drum yang sudah disediakan
  6. Kemudian dicor untuk menutupi drum yang telah terisi abu
  7. Tutup kembali ruang bakar
  8. Bersihkan area sekitar
  9. Lepas APD kemudian cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  10. Catat jumlah drum abu pada logbook setiap hari
  11. Untuk pengiriman abu ke pihak ketiga menggunakan jasa transportir, dilakukan dengan prosedur :
  1. Petugas menggunakan APD
  2. Petugas mengambil troli untuk membawa drum
  3. Drum yang sudah siap diangkut dinaikkan ke atas troli
  4. Bawa troli yang berisi drum abu ke dekat truk pengiriman
  5. Angkat dan masukkan drum abu ke atas/dalam truk pengiriman
  6. Jika sudah selesai. Bawa troli ke tempat pencucian
  7. Cuci troli dan kembalikan troli ketempat semula
  8. Lepas APD mulai dari sarung tangan, masker, apron, sepatu
  9. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO PENGANGKUTAN SAMPAH MEDIS DARI RUANGAN)

Pengangkutan sampah medis adalah suatu kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah medis dari unit penghasil sampah medis menuju ke insinerator.

Mencegah terjadinya penumpukan sampah medis diruangan, sehingga mengganggu pelayanan rumah sakit

Kebijakan Direktur tentang Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru Nomor A-158 Tahun 2017

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Pakai APD : sepatu boot, apron, masker dan sarung tangan rumah tangga.
  3. Bawa troley berisi tong sampah medis (berwarna kuning), menuju keseluruh unit penghasil sampah medis.
  4. Buka tong sampah medis (berwarna kuning).
  5. Ikat erat 2 kali plastik pembungkus sampah medis (berwarna kuning).
  6. Keluarkan plastik pembungkus (berwarna kuning) dari tempat sampah medis.
  7. Masukkan plastik pembungkus (berwarna kuning) ke dalam tong sampah medis (berwarna kuning) atau Tutup rapat safety box dan tempatkan pada troley sampah medis.
  8. Pasang plastik pembungkus sampah medis baru (berwarna kuning) pada tempat sampah medis yang sudah kosong atau ganti safety box dengan yang baru.
  9. Tutup kembali tempat sampah medis diruangan.
  10. Tutup rapat tong sampah medis (berwarna kuning).
  11. Dorong troley berisi tong sampah medis menuju ke TPS sampah medis.
  12. Turunkan tong sampah medis/safety box dari troley.
  13. Timbanglah sampah medis.
  14. Catatlah jumlah sampah medis pada lembar pencatatan (logbook).
  15. Bawa troley ke tempat pencucian. Cuci troli.
  16. Ambilah tong sampah medis yang sudah bersih di tempat pencucian.
  17. Bawa troley beserta tong sampah medis kembali ke tempat penyimpanan troli
  18. Lepas APD mulai dari sarung tangan, masker, apron, sepatu.
  19. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
1. IPSRS 2. Seluruh Ruangan 3. Cleaning service
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO PEMAKAIAN PERALATAN ALAT MEDIS BABY INKUBATOR)

BABY INKUBATOR  berfungsi sebagai perawatan dan penyesuaian suhu ( penghangat) bagi bayi yang lahir premature atau lahir dini. Dimana kondisinya sangat membutuhkan suhu yang sesuai dengan suhu didalam Rahim.

Agar didapatkan hasil pemeriksaan yang benar dengan tingkat ketelitian dan ketepatan sesuai SPO

SK Direktur RSD ldaman Banjarbaru No. TAHUN 2018

PEMASANGAN SENSOR OKSIGEN, SENSOR SUHU PADA PROBE 1 & 2 DAN SENSOR KELEMBABAN

  1. Hubungkan Sensor Oksigen pada soket Sensor Oksigen yang terdapat di dalam Inkubator, tepatnya di atas matras bayi. (lifetimeable 6 bulan, terhitung setelah segel item dibuka)
  2. Hubungkan sensor suhupada skin probe 1 dan skin probe 2 (optional) padasoket sensor skin probe yang terdapat di dalam inkubator, tepatnya di atas matras bayi.
  3. Berikan air dengantakaran yang sesuai pada Heater Block.

 

CARA PENGOPERASIAN MESIN

  1. Pastikan Kabel Power terhubung dengan sumber tegangan.
  2. Pastikan selang O2 terpasang dengan benar.
  3. Selanjutnya, tekantombol On/Off pada mesin.
  4. Setelah itu, display inkubator akan menampilkan system booting. Dan terdapat dua pilihan, “the last patient” dan “a new patient.
  5. Pastikan indikator humidity dan oksigen berfungsi dengan baik.
  6. Pasang kabel Probe SPO2 dan Probe Skin Temperature padabayi.
  7. Setting alarm sensor suhu, pada batas atas dan batas bawah
  8. Setting alarm heater, pada batas atas dan batas bawah.
  9. Pilih mattress tiltuntuk mengatur posisi dan ketinggian kasur bayi sesuai yang diinginkan.
  10. Tekan emergency down mode makasecaraotomatis bed akankembalikeposisiawal, jika diperlukan tekan selama 3 detik
  11. Pilih timbangan untuk menimbang bayi, ikuti sesuai petunjuk
  12. Untuk menampilkan trend Suhu, kelembaban, dan SpO2, sentuh tombol grafik

CARA PEMELIHARAAN

  1. Lepaskan semua kabel power dan pastikan oksigen dalam keadaan tertutup / mati. Dan pastikan seluruh komponen elektronika terlindungi dari zat cair.
  2. Janganmenggunakan acetone cleaning atau strong cleaners dan detergen saat melakuan maintenance dan cleaning.
  1. Jangan menggunakan alcohol untuk membersihkan permukaan acrylic (pintu inkubator)
  2. Dinginkan heater kurang lebih 30 menit sebelum inkubator dibersihkan.
  3. Jangan melepaskan control modul saat proses pembersihan.
  4. Jangan membersihkan inkubator dengan organic solvent, alkali. Karena akan merusak part inkubator
  5. Jangan membersihkan kanopi atau pintu dengan dry fabric.

 

PEMELIHARAAN SKIN PROBE

  1. Jangan memberikan tegangan lebih pada terminal probe.
  2. Jangan menggunakan autoclave atau sterilisasi pada skin temperature probe. Dan jangan di tekuk.
1.Ruangan Cendrawasih 2.Instalasi NICU 3.Instalasi PICU 4.PONEK
PELAYANAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT (SPO ALUR PENGELOLAAN LIMBAH)

Alur Pengelolaan limbah adalah merupakan salah satu upaya untuk mencegah perkembangan dan penularan penyakit di rumah sakit, yang bersumber dari sampah/limbah pelayanan kesehatan

  1. Agar limbah terkelola dengan baik
  2. Mencegah/mengurangi infeksi nosokomial di rumah sakit
  3. Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan

Kebijakan Direktur Tentang Pengelolaan Limbah Rumah Sakit No. A-158 Tahun 2017 ditetapkan pada tanggal 03 Januari 2017

  1. Limbah yang dihasilkan diruangan (yang telah dipilah oleh petugas ruangan) terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu limbah medis (LB3) dan limbah non medis
  2. Untuk limbah medis diangkut ke TPS limbah medis (SPO Pengangkutan Sampah Medis Dari Ruangan No.041/SPO-IPSRS/I/2017)
  3. Untuk limbah non medis diangkut ke TPS non limbah medis menggunakan masing-masing troli oleh petugas pengangkut limbah non medis dan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup
  4. Limbah medis ditimbang di TPS Medis dan dilakukan pencatatan jumlah dan jenis limbah pada lembar pencatatan (logbook) oleh petugas Administrasi Insenerator
  5. Limbah medis yang sudah ditimbang dilakukan pembakaran dengan prosedur (SPO Pengoperasian Insinerator No.042/SPO-IPSRS/I/2017)
  6. Abu sisa hasil pembakaran di masukkan ke dalam drum dan ditutup rapat (di cor) sebelum dikirim ke pihak ketiga ( SPO pengangkutan abu insinerator keluar RS N0. 040/SPO-IPSRS/I/2017
1. IPSRS 2. Seluruh Ruangan 3. Petugas pengangkut sampah 4. Petugas Incenerator

Contact Us

RSDI KOTA BANJARBARU
Jl. Trikora No. 115 Guntung Manggis Banjarbaru 70721 Telp: 051-6749696 Email : [email protected] kota.go.id

Consectetur adipisicing elit. Aut eaque, totam corporis laboriosam veritatis quis ad perspiciatis, totam corporis laboriosam veritatis, consectetur adipisicing elit quos non quis ad perspiciatis, totam corporis ea,

Send us mail

Or follow us on social platform

© 2019-2020 RSDI KOTA BANJARBARU